Pelayanan RSUD Leuwiliang Bogor Sangat Buruk, dua Pasien sama Menunggu sehari semalam belum dapat pelayanan Dokter spesialis

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 11:26 13 Redaksi

Kabupaten Bogor- krimsus.co.id , Pelayanan rumah sakit yang lamban sering dikeluhkan masyarakat, meliputi lambatnya penanganan IGD, antrean administrasi panjang, lambatnya pelayanan BPJS, hingga kurang responsifnya tenaga medis. Hal ini sering memicu kemarahan keluarga pasien dan dianggap tidak profesional. Keluhan ini sering terjadi pada pelayanan rawat inap maupun IGD.

Keterbatasan Tenaga Medis: Dokter seringkali praktik di lebih dari satu rumah sakit, menyebabkan penundaan tindakan medis kritis.

Kelalaian & Kurang Responsif: Perawat atau petugas kurang tanggap dalam merespons kebutuhan pasien, seperti lambat mengganti infus atau penanganan gawat darurat.

Pengolahan data yang belum terintegrasi atau masih manual memperlambat alur pelayanan.

Fasilitas Kurang Memadai: Kurangnya tempat tidur atau ambulans sering membuat pasien harus menunggu lama untuk dirujuk.

Lambat nya penanganan pasien bisa berdampak Kondisi Pasien Memburuk: Keterlambatan penanganan medis, terutama pada kasus kritis, dapat berakibat fatal atau menyebabkan kematian.

Ketidakpuasan Keluarga Pasien: Hal ini sering menimbulkan konflik antara pihak keluarga dan rumah sakit.

Tidak ada upaya untuk memperbaiki

Penggunaan sistem manajemen rumah sakit digital (software rumah sakit) dapat mempercepat proses administratif dan integrasi data, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi kesalahan manusia. Evaluasi internal oleh pihak rumah sakit juga diperlukan untuk memperbaiki kinerja perawat dan tenaga medis.

 

Dua Keluarga pasien satu rohanah dari parung singa- sipak Jasinga satu lagi dari gudawang – Cigudeg, Mereka hanya disuruh menunggu ruangan kosong saja dan hanya mendapatkan pertolongan pertama saja infusan tanpa ada penanganan dari Dokter spesialis, kami menunggu dari jam 12 sampai pagi tadi hampir sama jam masuknya beda satu jam saja, ” Ujar keluarga pasien

 

Sa’at awak media menanyakan kepada Humas RSUD Leuwiliang Bogor Hesti ,Pasien rohana kasus ny TB paru WL ke 1 BG2

Dokter ny sedang visite di BG2

Mdh2an ada yg rencana pulang, ” Ujarnya

 

Heti Humas Rs Leuwiliang: Karena diagnosa ny TB Paru jd ruangannya harus diruangan khusus TB Paru, yaitu ruang Bougenville 2 yah

Kalau pasien masih di IGD untuk dokter penanggung jawab (dokter spesialis) memang cukup dikonsulkn saja oleh dokter jaga IGD tdk visit langsung ke pasien..stlh pindah ke ruangan ranap baru nanti divisi oleh dokter paru, ” Jelasnya

 

Sa’at awak media pertanyakan terkait berapa dokter di spesialis Paru ada tiga pak, namun sistem di roling tiap hari dokter A lalu besok B dan lusasnya Si C jadi tetap untuk dokter setiap hari hanya satu dokter saja,

Bagai mana bisa mengatasi masalah pasien sebanyak ini, sampai harus nunggu berhari-hari.

 

Heti Huamas RSUD Leuwiliang menjelaskan

Ada hari ini yang mau pulang pak, cuma masih nunggu Administrasi pembayaran dahulu, nanti kalau sudah ada info keluar akan saya segerakan ibu rohanah dahulu karena no urut pertama,” Jelasnya

 

Bahkan untuk pengurusan Administrasi saja harus muter-muter, dan Pasien tidak boleh keluar ruangan sebelum Administrasi di selesaikan,

Padahal di ruangan IGD masih banyak menunggu ruangan tersebut.

di bikin rumit saja management RSUD Leuwiliang dari dulu tak pernah ada perubahan.

Masyarakat keluhkan hal ini terkait pelayanan Pasien BPJS masyarakat kalangan bawah, Apalagi transparansi sistem pengelolaannya..?

 

Apakah tidak ada pengganti dokter di bagian paru hanya satu orang walaupun 3 sistem transit/gantian, apalagi dokter tersebut membuka praktik di rumah sakit lain juga, bagaimana keadaan pasien yang saat itu betul-betul membutuhkan pertolongannya.. ?

 

Lambatnya penanganan pihak Rumah sakit bisa mengakibatkan kematian seseorang, karena tidak adanya inisiatif lain untuk memperbaiki perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

 

Kami Berharap pihak RSUD Leuwiliang bisa bebenah untuk memperbaiki sistem pelayanan dan penanganan pelayanan yang baik kepada masyarakat kabupaten Bogor khususnya.

 

Red: Ata suharta

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA