Bagansiapiapi – krimsus.co.id -Proyek Peningkatan Jalan Poros Pekaitan senilai lebih dari 10 M yang dikerjakan oleh CV. TK Group menjadi sorotan publik, setelah ditemukan kerusakan parah meski baru satu bulan rampung , Hal ini memunculkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi bahan, khususnya ketebalan aspal, yang mengakibatkan mutu jalan jauh dari standar.
Menanggapi kerusakan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Rokan Hilir langsung mengambil langkah untuk menyurati kontraktor agar segera memperbaiki jalan selama masa pemeliharaan. Pihak dinas juga telah turun ke lokasi untuk mendokumentasikan kerusakan dan meminta kontraktor menghitung ulang volume perbaikan.
Hartoyo Sekjen AMI Rohil menilai bahwa kualitas aspal yang digunakan tidak sesuai Job Mix Formula (JMF), sehingga daya rekat dan fleksibilitasnya lemah.
“Kadar aspal yang tidak sesuai JMF berisiko menyebabkan retak rambut, memungkinkan air merembes dan merusak struktur bawah jalan,” sebut Hartoyo yang juga menyoroti faktor lain seperti suhu penghamparan aspal dan kualitas
pemadatan CBR yang tidak sesuai spesifikasi
Untuk itu, melalui kesempatan ini meminta BPKP turun langsung mengaudit proyek ini, mengingat anggaran negara yang digunakan harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
Ia juga mendesak semua pihak termasuk kontraktor, konsultan pengawas, dan pemerintah daerah turun tangan tangan dalam menyelesaikan persoalan ini.
Ketidak sesuaian spesifikasi pelaksanaan merupakan kelalaian Konsultan Pengawas yang tidak bekerja secara profesional dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek jalan tersebut
Diminta langkah tegas pemerintah menindak lanjuti pihak yang bertanggung jawab terutama terhadap Konsultan Pengawas yang mendapat kepercayaan Dinas agar proyek selesai sesuai standar.
Dan dinas PUPR Rokan Hilir segera memperbaiki jalan tersebut demi terciptanya Pembangunan yang sesuai dengan Harapan Publik.
Dan bisa dirasakan langusng pemanfaatannya oleh masyarakat sekitar dan penggunaan jalan tersebut.
( *Red* )
Tidak ada komentar