Bogor- Krimsus.co.id || KDM resmi menutup sementara aktivitas tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor. Penutupan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor :7920/ES.09/PEREK yang diterbitkan pada 25 September 2025.
Dalam surat tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi alasan penghentian aktivitas tambang di Kecamatan Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin.
Pertama, masih adanya persoalan lingkungan dan keselamatan yang berdampak pada ketertiban umum, seperti kemacetan, polusi, kerusakan infrastruktur jalan, serta potensi kecelakaan.
Kedua, tata kelola pertambangan dan rantai pasok dinilai belum sesuai dengan ketentuan perundangan dan arahan surat edaran sebelumnya.
Ketiga, seluruh kegiatan pertambangan diminta dihentikan sementara terhitung sejak 25 September 2025 hingga terpenuhinya aturan sebagaimana dimaksud.
Seorang karyawan tambang di Rumpin, Husen, membenarkan adanya kebijakan tersebut. “lya, mulai hari ini tutup tertanggal 26 September 2025,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Tokoh Pemuda Cigudeg, Ade Perdana. Menurutnya, tambang di wilayah Rumpin dan Cigudeg juga sudah berhenti beroperasi. “lya tutup, mulai hari ini di wilayah Kecamatan Rumpin dan Cigudeg,” katanya.
Namun Dampak dari penutupan akses Jalan tersebut sangat Berpengaruh kepada Para kontraktor di wilayah kabupaten Bogor khususnya
Wilayah barat kabupaten Bogor,
Dengan Dampak kebutuhan matetial tersebut yang menikatnya Anggaran dari RAB yang disebabkan semua plan menaikan Anggaran harga Beton dan Hotmix, untuk pekerjaan Infrastruktur di wilayah Kabupaten Bogor wilayah Barat
Yang khawatirkan pihak kontraktor, setiap kegiatan pasti akan menimbulkan keterlambatan dalam Pelaksanaan , hingga harus terkena kalim keterlambatan pekerjaaan 1/mil , yang akan mengurangi Biaya Anggaran Pekerjaan, dan berdampak Negatif bagi semua kontraktor di wilayah barat Kabupaten Bogor, yang berdampak mangkrak nya proyek APBD Kabupaten Bogor,” Jelas Pengamat lapangan
Adakah solusi dalam hal ini untuk meyikapi permasalahan kebutuhan Matetial Alam dan lainnya, Agar untuk para penyedian Barang dan Jasa tidak Merasa di Rugikan Dengan Adanya Penutupan Area Tambang martial Alam ini, ”
Paparnya
Bahkan salah satu Kepala Desa keluhkan Adanya Kebijakan penutupan Tambang material Alam, sangat berpengaruh dampaknya kenaikan bahan baku matrial alam ini Jauh dari anggaran dasar yang sudah di tentukan, Membengkaknya
Anggaran akan berdampak merugikan bagi Pelaksana Kegiatan dengan adanya kenaikan harga bahan baku material tersebut,” Jelasnya
Red: Ata s.
Tidak ada komentar