Menunggu Kamar Sejak Siang hingga Pagi, Keluarga Pasien Soroti Lambannya Pelayanan RSUD Leuwiliang

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 11:56 13 Redaksi

Kabupaten Bogor – krimsus.co.id ,Keluhan terkait lambannya pelayanan rumah sakit kembali mencuat. Sejumlah keluarga pasien mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Rabu 25 Februari 2026.

 

Keluhan tersebut mencakup lambatnya penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), antrean administrasi yang panjang, pelayanan BPJS yang dinilai berbelit, hingga minimnya respons tenaga medis terhadap kebutuhan pasien, kondisi itu disebut kerap memicu ketegangan antara keluarga pasien dan pihak rumah sakit.

 

Salah satu keluarga pasien, Rohana, warga Parung Singa, Jasinga, mengungkapkan kekecewaannya setelah menunggu sejak pukul 12.00 WIB hingga pagi hari tanpa kepastian kamar rawat inap.

 

Pasien disebut hanya mendapatkan penanganan awal berupa pemasangan infus tanpa pemeriksaan dokter spesialis.

 

“Kami masuk jam 12 siang, sampai pagi tadi belum juga dapat ruangan. Hanya dipasang infus, belum ada penanganan dokter spesialis,” ujar pihak keluarga.

 

Keluhan serupa disampaikan keluarga pasien lain asal Gudawang, Cigudeg. Mereka mengaku waktu kedatangan berbeda sekitar satu jam, namun sama-sama belum memperoleh kamar hingga pagi hari.

Menurut keluarga, pasien hanya diminta menunggu sampai ada ruangan kosong.

 

Selain persoalan kamar, keluarga pasien juga menyoroti dugaan kurang responsifnya petugas dalam menangani kebutuhan medis.

 

Mereka menilai keterlambatan tindakan, terutama pada kondisi gawat darurat, berpotensi membahayakan keselamatan pasien.

 

Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab lambannya pelayanan, di antaranya keterbatasan tenaga medis.

Dokter yang berpraktik di lebih dari satu fasilitas kesehatan diduga membuat jadwal pelayanan tidak optimal, sehingga tindakan medis tertentu tertunda.

 

Di sisi lain, sistem pengolahan data yang belum sepenuhnya terintegrasi juga dinilai memperlambat alur administrasi.

 

Keterbatasan fasilitas seperti tempat tidur dan ambulans disebut semakin memperpanjang waktu tunggu pasien untuk dirujuk atau dirawat.

 

Aduan serupa disebut bukan kali pertama diterima media. Dalam lima tahun terakhir, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan kamar dan lambannya pelayanan di RSUD tersebut kerap menjadi perhatian publik.

 

Sejumlah pihak menilai perlu ada evaluasi menyeluruh agar kualitas layanan dapat ditingkatkan.

 

Menanggapi hal tersebut, Humas RSUD Leuwiliang, Hesti, menjelaskan bahwa pasien atas nama Rohana merupakan kasus TB paru dan sedang dalam penanganan dokter yang tengah melakukan visite di ruang BG2.

 

“Pasien Rohana kasusnya TB paru. Dokternya sedang visite di BG2. Mudah-mudahan ada pasien yang rencana pulang sehingga kamar bisa tersedia,” ujarnya saat dikonfirmasi.

 

Pakar manajemen layanan kesehatan menilai, penerapan sistem manajemen rumah sakit berbasis digital dapat menjadi solusi untuk mempercepat proses administrasi dan integrasi data pasien.

 

Selain itu, evaluasi internal terhadap kinerja tenaga medis dan perawat dinilai penting guna meningkatkan mutu pelayanan dan meminimalisir keluhan serupa di masa mendatang.

Red:team

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA