Tembilahan
Kami bersama tim media krimsus.co.id berkunjung ke desa teluklasa kecamatan kritang menempu perjalanan kurang lebih 3 jam dari ibu kota tembilahan inhil riau.
pada mulanya kami datang kesana ada masyarakat memita kami untuk turun kelapangan mengecek bagunana seminisasi jalan tahun 2025 lalu di baguanan ini kurang lebih 4 bulan lalu yaitu bulan 10/2025 mustahil mau hancur
walau pun ada mobil angkut sawit kalau jalan bagus tidak akan hancur
menurut masyarakat setempat jalan berada di jalan pendidikan atau jalan penujang..pasya depan sekolahan SMP teluklasa atau di jalan pusat ibu kota telukelasa
menurut masyarakat jalan ini di bagun tahun 2025 kurang lebih bulan 10an lah
tapi kenyataan ya suda hancur semua ungkapnya di lokasi yang tak mau di sebut namanya.
Dari beberapa masyarakat setempat bicara bangunan ini cepat hancur bukan karna muatan mobil tapi kurang semen dan kerja asal asalan aja
begitu pun dana bumdes tak jelas di belikan apa saya dari tahun 2023.sampai 2025 kita masyarakat tak tau apa yang di belikan kami hanya diam aja
Ahirya saya medatangin kepala desa teluklasa di desa yang di mana lagi rapat musawara desa
saya berjumpa pak kepala desa atas nama ZAINAL BAHRI.MH
pak kepala desa menyambut kedatagan kami didepan kantor desa ada warung.
Kami tim menanyakan bagunan yang kami liat acur tadi jawap kepala desa baguanan 2025 pagu dana kurang lebih 40 juta
dan tim menayakan lagi kenapa hancur???
jawap kepala desa hancur itu karna pengusaha sawit pakai mobil l300 muatan 3 ton
suda di tegor berapa kali tapi tetap diam aja pengusahanya jawap kepala desa ke awak media

Yang anehnya walau di pakai mobil berat 8 ton pun kalau kualitas jalan nya bagus tampa adanya indikasi korupsi dari pengadaan semen
pasir .dan
besi.suda di pastikan jalan akan bagus dan kuat
jika di bagun asal asalan gini jadinya hancur dan tampa adanya papan prasasti ukuran polume dan tinggi.
Jawap kepala desa uda ada papan prasasti tapi blm di pasang tururnya kepada insan pers
yang anenya semua saling lempar mengenai prasasti atau papan plang tlpn bendahara bilang tidak tau..tkpn kepala desa bilang lupa narok kami berpendapat pada dasarnya takut di pasang agar tidak ketauan volume bagunan
sampai berita ini terbit blm bisa melihatkan prasasti baguan yang ada
Kami meminta kepasa ispektorat
kejaksaan.tltipikor polres.bpkp dan kepala dinas bpmd untuk turun dan audit semua bagunan dari tahun 2023/2024/2025.
bersambung
Tidak ada komentar