Bantahan: Pemdes Megamendung Tegaskan Setiap Program Berlandaskan Musyawarah dan Sesuai Mekanisme

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Sep 2025 07:59 63 Redaksi

Megamendung, Bogor – krimsus.co.idT || Terkait pemberitaan yang menyebut Kepala Desa Megamendung arogan dalam menjalankan roda pemerintahan desa dan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Megamendung memberikan klarifikasi resmi.

 

Pemdes Megamendung menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembangunan maupun program desa dilakukan atas dasar hasil musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) serta permohonan masyarakat, bukan keputusan sepihak kepala desa.

 

“Kami perlu luruskan, setiap kegiatan desa tidak pernah berjalan tanpa musyawarah. Semua telah melalui mekanisme Musrenbang dan disahkan dalam APBDes sesuai aturan yang berlaku,” tegas perwakilan Pemdes Megamendung, Kamis (…/09/2025).

 

Soal Pembangunan Aula Desa

 

Menanggapi tudingan bahwa pembangunan Aula Kantor Desa mangkrak, Pemdes menjelaskan bahwa proyek tersebut memang dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Pembangunan Aula dilakukan dalam dua tahap, bukan langsung selesai. Anggaran yang turun juga bertahap sesuai regulasi, sehingga wajar jika masih ada proses pengerjaan yang belum rampung sepenuhnya,” jelasnya.

 

Pemdes juga membantah adanya penyimpangan anggaran. Menurutnya, seluruh realisasi keuangan tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan melalui laporan resmi kepada inspektorat serta

 

Program Ketahanan Pangan

 

Terkait program ketahanan pangan yang disebut belum berjalan, Pemdes menegaskan bahwa kegiatan tersebut masih dalam tahap persiapan dan pengadaan.

“Anggaran ketahanan pangan dari APBN sudah masuk, namun pelaksanaan program memang disesuaikan dengan regulasi teknis dari pemerintah pusat. Jadi bukan tidak berjalan, melainkan menunggu tahapan yang sudah dijadwalkan,” ujar Pemdes.

 

Tuduhan Arogan

 

Pemdes Megamendung juga menolak keras tudingan bahwa kepala desa menjalankan program secara arogan atau semena-mena.

“Justru semua keputusan selalu melibatkan unsur BPD, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga karang taruna. Kalau pun ada perbedaan pendapat, itu bagian dari dinamika demokrasi desa, bukan berarti kepala desa arogan,” tegasnya.

 

Harapan kepada Masyarakat

 

Pihak Pemdes Megamendung berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar, dan lebih mengedepankan dialog terbuka bila ada ketidakpuasan.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan, namun jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan fitnah dan merugikan semua pihak,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA