SATU”NYA KEPALA DESA DAN DESA BAGAN JAYA KECAMATAN ENOK INHIL YANG MENJADI CONTOH DESA TERTIP AFMINISTRASI INSAYAK ALLAH KEDEPAN AKAN MAJU PESAT.

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jul 2026 11:17 8 ARYADINAKA

 

Dan alhamdulilah dapat
mewaakili Inhil di Universitas Indonesia,
Serap Inovasi Tata Kelola dan Pengembangan Ekonomi Desa

INHIL-Kepala Desa (Kades) Bagan Jaya, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Mhd. Hafif, S.Kom, dipercaya menjadi perwakilan kepala desa dari Kabupaten Inhil dalam kegiatan Bina Pemerintahan Desa Kemendagri”Kades Masuk Kampus Berdampak Tahun 2026″yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Keikutsertaan Mhd. Hafif dalam program tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Inhil. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Dalam Negeri dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas aparatur pemerintahan desa agar semakin profesional, inovatif, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan desa di masa depan.

Kepada media, Rabu (1/7/2026), Mhd. Hafif mengatakan, program Kades Go to Kampus UI memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa yang lebih efektif, efisien, serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kami memperoleh banyak ilmu dan strategi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa melalui inovasi, penetapan skala prioritas pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat,ujarnya.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan juga sejalan dengan program strategis nasional pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis potensi desa.

Menurutnya, setiap kepala desa didorong untuk melakukan inovasi serta pemetaan secara menyeluruh terhadap potensi unggulan yang dimiliki desa masing-masing. Dengan demikian, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, Hafif menilai pentingnya melibatkan masyarakat melalui musyawarah desa dan pendekatan langsung atau blusukan hingga ke tingkat paling bawah untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga.Dari berbagai persoalan tersebut, pemerintah desa dapat melahirkan solusi dan inovasi yang tepat sasaran.

Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, OPD terkait, tenaga ahli dari pemerintah daerah maupun perguruan tinggi, serta pihak ketiga sangat diperlukan agar pembangunan desa berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,katanya.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program di Universitas Indonesia dapat diterapkan di Desa Bagan Jaya serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Indragiri Hilir dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, inovatif, dan sejahtera.

Semoga ilmu yang kami peroleh dari Universitas Indonesia ini dapat kami implementasikan di Desa Bagan Jaya, sekaligus menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Inhil untuk terus berinovasi dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA