
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada pertengahan 2021, berikut adalah keluhan dan kondisi terkait jembatan kayu di Desa Tuk Jimun, Indragiri Hilir (Inhil), Riau:
Kondisi Kerusakan Parah:
Jembatan kayu di Desa Tuk Jimun mengalami kerusakan cukup parah, dengan kondisi besi kerangka jembatan yang keropos dan lantai kayu yang sudah lapuk.

Perbaikan Swadaya: Warga setempat terpaksa melakukan perbaikan seadanya secara swadaya (gotong royong) dengan mengelas kerangka yang keropos dan mengganti papan lantai agar jembatan tetap bisa dilalui.
Akses Utama Perkebunan Sawit: Jembatan ini merupakan akses vital, terutama bagi truk pengangkut hasil panen sawit dari Desa Tuk Jimun dan Kemuning Muda.
Kerusakan ini mengganggu aktivitas perekonomian warga.
Tertundanya Anggaran Perbaikan: Warga mengeluhkan tertundanya perbaikan yang direncanakan pemerintah daerah. Pihak desa menyebut anggaran perbaikan sebenarnya sudah ada (sekitar Rp1,8 miliar), namun tertunda, dikabarkan karena dana banyak terserap untuk penanggulangan Covid-19.2019 lalu
Rasa Waswas: Warga merasa waswas dan khawatir saat melintas, terutama mengingat jembatan ini menjadi satu-satunya jalur utama perlintasan.
Pihak Dinas PUPR Inhil dilaporkan pernah meninjau lokasi dan berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintas.
tapi blm ada titik terangnya.
hasil komfiramsi pihak media ke kepala desa pak SUGENG
saptu tangal 25 april 2026 menyampaikan saat ini sementara suda di perbaiki pakai dana sueadaya masyarakat dulu
harapan beliau semoga ada nya perhatian kedepanya jembatan penopang ekonomi desa tuk jimun
Tidak ada komentar